
Minggu, 23 Mei 2010
Senin, 18 Mei 2009
1.Diagram satu kawat
2.Tabel kebenaran
Fuse | S1 | L1 | KK |
ON | OFF | Padam | Bertegangan |
ON | ON | Nyala | Bertegangan |
NO | NAMA ALAT | SPESIFIKASI | JUMLAH | KETERANGAN/FUNGSI ALAT |
1 | Tang pengupas | Standar | 1 buah | Mengupas kabel |
2 | Tang potong | Standar | 1 buah | Memotong kabel |
3 | Tang kombinasi | Standar | 1 buah | Memotong dan menjepit kabel |
4 | Tang cucut | Standar | 1 buah | Menjepit kabel |
5 | Multimeter | Standar | 1 buah | Mengukur besaran kabel( I,V,R ) |
6 | Obeng (*) (-) | Standar | 6 buah | Mengencangkan & mengendorkan skrup |
7 | Penggaris | Standar | 1 buah | Mengukur panjang pipa/kabel |
8 | Isolasitester | Standar | 1 buah | Mengukur tahanan isolasi kabel |
9 | Tespen | Standar | 1 buah | Mengetahui ada dan tidaknya aliran listrik |
4.Rencana bahan
NO | NAMA BAHAN | SPESIFIKASI | JUMLAH | KETERANGAN/FUNGSI BAHAN |
1 | Kotak kontak | standar | 1 | |
2 | Viting | standar | 1 | |
3 | Roset | standar | 3 | |
4 | Saklar tunggal | standar | 1 | |
5 | Skrup ulir | standar | 12 | |
6 | Lampu | 5W/220V | 1 | |
7 | Kabel NYA (merah) | 1,5 mm | 160cm | |
8 | Kabel NYA (kuning) | 1,5 mm | 103cm | |
9 | Kabel NYA (hitam) | 1,5 mm | 103cm | |
10 | Sekering | 250V/2A | 1 | |
11 | MCB | 220V/2A | 1 | |
12 | Inbow DOS | standar | 1 | |
Senin, 30 Maret 2009
Fotografi sendiri berarti: menggambar dengan cahaya
Tanpa adanya cahaya kita bagai berada di ruang yang gelap gulita tanpa dapat melihat apapun juga.
Kita dapat melihat obyek, memfokuskan lensa kamera dan menekan rana merekam gambar kedalam film semata-mata karena adanya cahaya.
Cahaya memberikan informasi tentang struktur bentuk object yang akan difoto.
Apa yang kita lihat pada benda adalah akibat dari pantulan cahaya ke benda tersebut yang kita tangkap dengan mata.
Pencahayaan yang diatur dengan baik akan mampu memperlihatkan hasil yang berbentuk dua dimensi (foto) menjadi seakan tiga dimensi.
Cahaya dapat menambahkan mood atau rasa dalam sebuah karya foto sebagai contoh dalam semua film horor atau thriller..mahluk yang menyeramkan selalu diberi penyinaran dari bawah..sehingga penonton me 'rasa' seram.
Kemampuan seorang fotografer dalam mengatur dan menghitung pencahayaan akan menentukan kualitas gambar yang dihasilkan.
Ada empat model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.
1. Ambient lighting, yaitu pencahayaan seluruh ruang. Technically, ambient lighting artinya total sinar yang datang dari semua arah, untuk seluruh ruang. Sebuah lampu yang diletakkan di tengah-tengah ruang hanya salah satu bagian dari ambient lighting. Tetapi bila ada sinar yang datang dari semua tepi plafon, misalnya, terciptalah ambient lighting. Dalam membuat ambient lighting, sinar haruslah cukup fleksible untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di ada empat model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.
2. Local lighting, atau pencahayaan lokal. Pencahayaan jenis ini ditujukan untuk aktivitas keseharian, misalnya membaca, belajar, memasak, berdandan dan sebagainya. Pencahayaan dimaksud untuk membuat mata tidak cepat lelah.
3. Accent lighting, atau pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen. Selain contoh di atas, pencahayaan jenis ini dapat dipakai untuk membuat sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Pencahayaan seperti ini dapat membimbing pengunjung untuk melihat suatu barang, atau koleksi tertentu. Contohnya ada di tip 24 tentang partisi gypsum
4. Natural lighting alias sinar matahari bahkan cahaya bulan. Bila didesain sejak awal, pemanfaatan sinar matahari dapat membuat ruangan menjadi terang. Dalam tip 26 saya sudah menyarankan supaya pemilik rumah memperhitungkan desain bangunan agar sinar matahari dapat masuk ke bagian dalam rumah.
Dibutuhkan 4 (empat) sumber pencahayaan dasar atau tradisional yang dapat dibedakan menurut fungsinya yaitu :1. Key atau Mainlight
2. Fill light
3. Hairlight
4. Background light
Kadangkala lampu tambahan atau lampu kelima dipakai terutama untuk memotret seorang pria, lampu kelima itu disebut dengan:
5. Kicker
• Lumen: Satuan flux cahaya; flux dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan oleh suatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lux adalah satu lumen per meter persegi. Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yang memadukan respon mata “pengamat standar”. 1 watt = 683 lumens pada panjang gelombang 555 nm.
• Efficacy Beban Terpasang: Merupakan iluminasi/terang rata-rata yang dicapai pada suatu bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yang dinyatakan dalam lux/W/m².
• Perbandingan Efficacy Beban Terpasang: Merupakan perbandingan efficacy beban target dan beban terpasang.
• Luminaire: Luminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampu atau beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan dan perlindungan lampu-lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya.
• Lux: Merupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. Cahaya rata-rata yang dicapai adalah rata-rata tingkat lux pada berbagai titik pada area yang sudah ditentukan. Satu lux setara dengan satu lumen per meter persegi. Tinggi mounting: Merupakan tinggi peralatan atau lampu diatas bidang kerja. Efficacy cahaya terhitung: Perbandingan keluaran lumen terhitung dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan dalam lumens per watt.
• Indeks Ruang: Merupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu.
• Efficacy Beban Target: Nilai efficacy beban terpasang yang dicapai dengan efisiensi terbaik, dinyatakan dalam lux/W/m².
• Faktor pemanfaatan (UF): Merupakan bagian flux cahaya yang dipancarkan oleh lampu-lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran efektivitas pola pencahayaan.
• Intensitas Cahaya dan Flux: Satuan intensitas cahaya I adalah candela (cd) juga dikenal dengan international candle. Satu lumen setara dengan flux cahaya, yang jatuh pada setiap meter persegi (m2) pada lingkaran dengan radius satu meter (1m) jika sumber cahayanya isotropik 1-candela (yang bersinar sama ke seluruh arah) merupakan pusat isotropik lingkaran. Dikarenakan luas lingkaran dengan jari-jari r adalah 4πr2, maka lingkaran dengan jari-jari 1m memiliki luas 4πm2, dan oleh karena itu flux cahaya total yang dipancarkan oleh sumber 1- cd adalah 4π1m. Jadi flux cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalah:
Flux cahaya (lm) = 4π × intensitas cahaya (cd)
Perbedaan antara lux dan lumen adalah bahwa lux berkenaan dengan luas areal pada mana flux menyebar 1000 lumens, terpusat pada satu areal dengan luas satu meter persegi, menerangi meter persegi tersebut dengan cahaya 1000 lux. Hal yang sama untuk 1000 lumens, yang menyebar kesepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahaya suram 100 lux.
Hukum kuadrat terbalik
Hukum kuadrat terbalik mendefinisikan hubungan antara pencahayaan dari sumber titik dan jarak. Rumus ini menyatakan bahwa intensitas cahaya per satuan luas berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumbernya (pada dasarnya jari-jari).
E = I / d²
Dimana
E = Emisi cahaya,
I = Intensitas cahaya
d = jarak
Bentuk lain dari persamaan ini yang lebih mudah adalah:
E1 d1² = E2 d2²
Jarak diukur dari titik uji ke permukaan yang pertama-tama kena cahaya – kawat lampu pijar jernih, atau kaca pembungkus dari lampu pijar yang permukaannya seperti es.
Contoh: Jika seseorang mengukur 10 lm/m² dari sebuah cahaya bola lampu pada jarak 1 meter, berapa kerapatan flux pada jarak setengahnya?
Penyelesaian:
E1m = (d2 / d1)² * E2
= (1,0 / 0,5)² * 10
= 40 lm/m²
Senin, 26 Januari 2009
LISTRIK
Ada dua jenis muatan listrik yaitu positif dan negatif, jika muatan yang sama di dekatkan maka akan terjadi tolak menolak, dan jika muatan yang berbeda di dekatkan maka akan terjadi tarik menarik. Besarnya gaya menarik dan menolak di tetapkan oleh hukum Coulomb.
Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten, cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bohlam) .
Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.
Sistem listrik yang masuk ke rumah kita , jika menggunakan sistem listrik 1 fase, biasanya terdiri dari 3 kabel:
#kabel fase, yang di aliri arus listrik
#kabel netral, di gunakan untuk menetralkan arus listrik
#kabel ground, yaitu sambungan tanah, jika ada kebocoran arus listrik dapat langsung di
alirkan ke tanah
Hukum OHM mengatakan bahwa besar arus listrik sebanding dengan beda potensial{I=V/R}
V=Tegangan
I=Arus listrik
R=Hambatan/tahanan
Hukum kirchoff 1 mengatakan bahwa jumlah arus yang menuju suatu cabang sama dengan
yang meninggalkan.
Hukum kirchoff 11 mengatakan bahwa di dalam rangkaian tertutup,jumlah aljabar GGL dan
jumlah penurunan potensial sama dengan nol.
Alat ukur listrk terdiri dari:
1.Amperemeter, Yaitu alat yang di gunakan untuk mengukur arus listrik
2.Voltmeter, yaitu alat yang di gunakan untuk mengukur tegangan listrik
3.Ohmmeter, yaitu alat yang di gunakan untuk mengukur hambatan listrik
4.Multimeter/Multitester, yaitu alat yang di gunakan untuk mengukur arus, hambatan, dan tegangan listrik.
Macam-macam alat listrik yaitu:
1.Saklar, untuk menghubung dan memutus aliran lisrik, macamnya:saklar 1 kutub, 2 kutub, seri, paralel, tukar, dan silang.menurut bentuknya:saklar putar,jungkir, tarik, jungkit, dan tombol tekan.
2.Viting, sebagai dudukan lampu,macamnya:viting gantung, dinding,kombinasi,dan bayonet.
3.Stop kontak, untuk menyediakan energi listrik dari sumber energi listrik bila sewaktu waktu di perlukan, macamnya:stop kontak dengan sambungan tanah,dan yang tanpa sambungan tanah.
4.Steker, untuk menghubungkan alat listrik dengan sumber arus listrik pada stop kontak, macamnya:steker bulat dan steker pipih.
5.Kres dos, di pakai pada instalasi listrik sebagai tempat sambungan/ tempat percabangan aliran listrik,
6.Pipa pralon, untuk melindungi kabel yang di tanam dalam tembok, macamnya:shock{untuk menyanbung 2 pipa pralon}, knee{menyambung 2 pipa pralon yang di bengkokan}, dan tule.
7.Setles/klem, untuk memegang kabel/pipa pvc/pralon pada pemasangan instalasi listrik, macamnya:klem yang di pakai untuk mengeklem pipa pralon pada instalasi listrik perumahan, dan klem yang di pakai untuk mengeklem kabel pada instalasi perumahan.
8.Sekering, untuk pengaman dari bahaya kebakaran akibat konsleting/hubungan singkat pada kabel instalasi listrik,
9.Kabel, untuk mengalirkan arus listrik dari sumber energi listrik pada alat yang menggunakan energi listrik, macamnya: kabel instalasi( NYA,NYFAF,NYFAD, dll), kabel fleksibel(NLYZ, NYZ, NYD, dan NLH), kabel tanah(NYY,NAYY,NYRGbY,NAYRGbY, dan NAYFGbY)
10.Tempat sekering, sebagai dudukan sekering yang di pasang dengan cara di tanam dalam dinding tembok.
Senin, 19 Januari 2009

Dulu aku mempunyai sahabat yang selalu ada di samping ku tetapi aku tidak selalu ada di sampingnya, apakah aku bersalah padanya??? dan suatu ketika, aku marah padanya hanya karena masalah cowo yang kita taksir itu sama,,, aku marah sampai beberapa hari, padahal kan kalau orang marah itu tidak boleh sampai lebih dari 3 hari kan??? tapi kenapa aku marah lebih dari satu minggu dan dia malah bilang ke cowo' tu klo q ska ma dia, dan ternyata dia juga ska ma q,sahabatku mengatakan padaku klo dia dah ngomong ma cowo' tu n' ternyata dia juga suka ma q,n' dia mw nmbk q,,, uh q jd ngrsa brslah nie ma dia tp sbelum q minta maaf dia mlah pergi jauuuuuh sekali.Tyus bagemana cara q tuk minta maaf ya ma dia?????? sampai sekarang q masih belum bisa minta maaf ma dia.
Senin, 05 Januari 2009
3ND4N95
